Pages

Selasa, 15 November 2011

Avril Lavigne - My Happy Ending

Avril Lavigne - Remember when VIDEO HD

Avril Lavigne - Tomorrow "Official music video"

Avril Lavigne - Mobile (Official Music Video - Unreleased)

Menaruh Harapan pada Hantu Pemburu Tikus

DEMAK, KOMPAS.com- Hama tikus yang tidak dapat dikendalikan selama bertahun-tahun membuat petani di Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengendalikannya dengan musuh alami. Warga membuat sebuah karantina burung hantu (Tyto alba) sebagai predator pembasmi tikus.
Penangkaran burung hantu tersebut dikembangkan oleh Lembaga Pelatihan Kerja Swasta Sejahtera Bersama serta warga sekitar. Mereka membuat tempat karantina seluas 6 X 12 meter untuk penangkaran jenis burung yang aktif saat malam hari. Setelah tiga bulan, anakan burung yang telah siap dan dapat memangsa tikus dilepaskan ke alam.
Pengurus karantina Desa Tlogoweru Pujo Arto mengatakan, ini menjadi solusi yang alami untuk mengendalikan populasi tikus."Kita sudah dapat melepaskan sekitar 70 ekor burung ini ke alam bebas," kata Pujo.
Tyto alba memiliki kemampuan berburu sangat tinggi dengan memangsa tikus hingga tiga ekor per hari. Selain itu, daya pengelihatannya juga tajam hingga jarak 500 meter.
Untuk mencegah perburuan liar, desa tersebut juga mengeluarkan peraturan dan sangsi tegas berupa denda Rp 1,2 juta bagi pemburu yang tertangkap.



Satu Planet Terlempar dari Tata Surya?

 Selama ini, astronom memercayai bahwa Tata Surya memiliki 4 planet raksasa, yakni Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus. Namun, analisis terbaru menunjukkan bahwa Tata Surya dengan 4 planet raksasa adalah janggal. Kemungkinan, Tata Surya memiliki 5 planet raksasa.
David Nesvorny dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, adalah ilmuwan yang mengungkapkan pendapat baru itu. Untuk sampai pada kesimpulannya, Nesvorny membuat 6.000 simulasi komputer yang menganalisis obyek di sekitar Neptunus dan kawah Bulan.
Berdasarkan analisis Nesvorny, Tata Surya hanya memiliki 2,5 persen kemungkinan menjadi seperti sekarang jika sejak awal hanya memiliki 4 planet raksasa. Sementara ada 10 kali lebih besar kemungkinan bagi Tata Surya menjadi seperti saat ini jika awalnya memiliki 5 planet raksasa.
Planet raksasa kelima itu dipercaya terlempar dari Tata Surya. Saat Tata Surya berusia 600 tahun, ada periode ketidakstabilan orbit planet. Ada planet yang berpindah ke Sabuk Kuiper, wilayah dekat Neptunus, dan ada yang berpindah ke dalam.
Jupiter yang memiliki pengaruh gravitasi kuat diketahui adalah salah satu biang keladinya. Orbit Jupiter bisa berubah tiba-tiba dan satu planet raksasa terlempar dari Tata Surya karenanya. Sementara planet-planet lain tetap bertahan.
Nesvorny mengatakan, "Kemungkinan Tata Surya memiliki lebih dari 4 planet raksasa dan melemparkan beberapa di antaranya, terkesan cocok dengan penemuan banyaknya planet yang ada di wilayah antarbintang, yang menunjukkan bahwa terlemparnya planet adalah hal yang umum."
Pada Space.com, Jumat (11/11/2011) lalu, Nesvorny mengatakan bahwa temuan ini memunculkan pertanyaan. Salah satunya tentang planet Mars dan planet Super Bumi, apakah mereka terbentuk di Tata Surya Luar (setelah orbit Mars) lalu tereliminasi.
Pendapat Nesvorny memang fantastis dan membuat orang tercengang. Namun, ia sendiri merasa bahwa pendapatnya masih harus diuji kebenarannya dengan serangkaian penelitian. Hasil analisis Nesvorny dipublikasikan di edisi online Astrophysical Journal Letters minggu lalu.


Kiwi Turunkan Hipertensi

 
Meski pada umumnya tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak bergejala, namun bukan berarti kondisi ini tidak berbahaya. Jika tidak dirawat, tekanan darah tinggi yang berlebihan bisa merusak banyak organ dan jaringan. 

Salah satu upaya untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah mengonsumsi variasi makanan dengan kombinasi berbagai gizi yang tepat. Hasil penelitian yang disampaikan dalam pertemuan American Heart Association di Orlando, Amerika Serikat, disebutkan konsumsi kiwi tiga kali dalam sehari cukup efektif menurunkan hipertensi.

Penelitian dilakukan oleh Mette Svendsen dari Oslo University Hospital, Norwegia, selama 8 minggu terhadap 118 orang berusia 55 tahun dan menderita hipertensi sedang. 

Para responden dibagi ke dalam dua kelompok, pertama adalah yang mengonsumsi tiga buah kiwi setiap hari dan sisanya mengonsumsi makanan yang mengandung apel satu kali dalam sehari. 

Setelah 8 minggu, para peneliti menemukan nilai tekanan sistolik (angka tekanan darah sebelah atas) para partisipan lebih rendah 3,6 milimeter dibanding dengan partisipan yang mengonsumsi apel. 

Walau kelompok pemakan kiwi memiliki tekanan darah lebih rendah, namun para peneliti belum mengetahui apakah penyebab utamanya. Hal ini baru bisa dikonfirmasi dengan penelitian yang lebih luas.


sumber : http://health.kompas.com/read/2011/11/16/10070715/Kiwi.Turunkan.Hipertensi

Hai All!!

hai!
Welcome to my blog..
Ini adalah blog aku yang ke dua.
Berilah kesan dan pesan kalian terhadap blogku ini..
Trims..
Enjoy in my room

about me and myself

Foto saya
only a human need friend and need someone to tell about my hard problem. And i believe can found it.

Pengikut

search

 

Blogroll

Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net

About