Sabtu, 21 November 2015
Minggu, 20 September 2015
Perilaku Konsumen dengan Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc
Yasmin NindyasariI24140012
ilmu keluarga dan konsumen
Fakultas Ekologi Manusia
Institut Pertanian Bogor
Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer
Sciences, (www.ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (www.fema.ipb.ac.id)
Tim Pengajar :
Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc
www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor
Yuliati, MFSA
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md djamaluddin,
MSc
Senin, 15 September 2015
Senin, 15 September
2015 merupakan hari kedua perkuliahan perilaku konsumen. Mata kuliah yang
mempelajari bagaimana menjadi seseorang yang memiliki sikap konsumen yang baik
dan bijak. Hari pertama perkuliahan dosen yang hadir adalah Bapak Djemdjem
namun dihari kedua perkuliahan kali ini langsung ketua departemen IKK yang
hadir untuk menyampaikan materi yaitu Bapak Ujang Sumarwan. Materi yang dibahas
yaitu pendahuluan seperti perkenalan bagaimana sikap dan perilaku konsumen
tersebut dan motivasi
Istilah perilaku konsumen
diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli,
menggunakan, mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka
harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka (Schiffman dan Kanuk, 2010)
Intinya,
perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang
mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli,
menggunakan, menghabiskan produk atau jasa setelah melakukan hal tersebut atau
kegiartan evaluasi (Sumarwan, 2010)
Riset perilaku konsumen terdiri
dari tiga perspektif yaitu perspektif pengambilan keputusan, perspektif
eksperiensial, perspektif pengaruh. Studi perilaku konsumen adalah studi
mengenai bagaimana seorang individu membuat keputusan untuk melokasikan sumber
daya yang tersedia (waktu, usaha dan energi). Konsumen akan melakukan tiga
macam perilaku yang terkait dengan barang, jasa dan ide. Pertama, bagaimana ia mendapatkannya? Kedua,
bagaimana ia mengkonsumsinya? Ketiga, bagaimana ia menghabiskan bagian yang
tidak ia konsumsi?
Model
keputusan konsumen merupakan proses keputusan konsumen dalam membeli dan
mengkonsumsi barang dan jasa terdiri atas beberapa tahap, yaitu pengenalan
kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan
konsumen. Proses konsumen tersebut dipengaruhi oleh tiga faktor urama, yaitu
strategi pemasaran, individu, dan fakto lingkungan.
selanjutnya adalah motivasi
selanjutnya adalah motivasi
Motivasi terbentu dari adanya
stimulus atau rangsangan yang akan menyebabkan pengenalan kebutuhan (need recognition). Rangsangan tersebut
bisa datang dari diri seseoraang ataupun adanya gap antara apa yang
dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan. Pengenalan kebutuhan akan
menyebabkan tekanan kepada konsumen sehingga adanya dorongan pada dirinya (drive state) untuk melakukan tindakan
yang bertujuann terpenuhinya kebutuhan konsumen.
Kebutuhan yang dirasakan konsumen
dapat disebabkan oleh faktor dari dalam diri sendiri maupundari faktor
konsumen. Kebutuhan dibagi menjadi beberapa macam. Dasar kebuthan manusia
disebut kebutuhan primer, kebutuhan sekunder atau motif. Dasar teori ini adalah
teori kebutuhan dari maslow
Selain itu, ada juga teori
motivasi McClelland yang menyatakan bahwa ada tiga dasar kebutuhan manusia
yaitu (1) kebutuhan untuk sukses, (2)
kebutuhan untuk afiliasi, (3) kebutuhan kekuasaan. Aplikasi teori
motivasi dalam strategi pemasaran ada dua yaitu sebagai segmentasi dan
positioning.
Kamis, 07 Mei 2015
Permasalahan dan Isu
Pesmasalahan dan isu, di suatu tempat pastinya akan selalu ada permasalahan permasalahan serta isu isu tertentu mengenai tempat tersebut, dan terkadang meski di satu tempat tapi permsalahan dan isu ada perbedaan tergantung dari siapa permasalahan dan isu tersebut berasal dan bagaimana permasalahan dan isu itu berkemban. Oleh karena itu saya mencoba mencari tahu bagaimana permasalahan dan isu di Universitas Negeri Jakarta, dengan cara mewawancarai elemen kampus yang dipilih dengan acak.
Menurut salah satu nerasumber yaitu ibu Misnawati selaku laboran di laboratorium Kimia FMIPA permasalahan yang dihadapi di Universitas Negeri Jakarta saat ini adalah kurangnya sarana dan prasarana yang tidak memadai, terutama di lingkungan laboratorium seperti tidak adanya beberapa ruangan ruangan penting yang semestinya ada dan layak di setiap laboratorium seperti ruang asam, ruang persiapan, ruang alat dan beberapa elemen lainnya. Beberapa ruangan memang sudah ada namun masih dapat dikatakan dibawah kelayakan karena masih belum sesuai dengan standar yang semestinya seperti ruang asam yang masih mengguakan alat yang cukup berisik dan menggangu praktikan, hal ini karena alat yang digunakan pada ruang asam ini masih dibawah standar, selain itu ruang bahan dan ruang persiapan tidak sesuai dengan ketentuan karena pada laboratorium kimia di FMIPA kedua ruangan tersebut tergabung menjadi satu dan semestinya kedua ruangan tersebut terpisah, karena apabila tegabung menjadi satu akan membahayakan praktikan yang sedang mempersiapkan bahan bahan untuk praktikum karena kemungkinan praktikan mengalami keracunan bahan atau zat kimia lebih besar karena praktikan menghirup udara yang mengandung lebih banyak zat kimia ketika kedua ruangan tersebut digabung menjadi satu . Menurut beliau hal ini dapat terjadi karena kurangnya sinergisitas antara birokrat fakultas dan birokrat universitas, kerena selama ini birokrat fakultas hanya menerima segala sesuatu yang diberikan oleh pihak birokrat universitas dalam hal pengembangan sarana dan prasarana di fakultas, seharusnya birokrat fakultas selaku pengurus yang mengetahui apa saja yang harusnya dikembangkan mengajukan hal hal apa saja yang dibutuhkan ke pihak birokrat unviversitas agar pengembangan sarana dan prasarana terjalin dengan baik dan hal seperti ini sebaiknya segera dilaksanakan.
Menurut narasumber isu yang saat ini hangat beredar di Universitas Negeri Jakarta saat ini adalah akan dipindahkannya fakultas FMIPA dari kampus B atau kampus timur ke kampus A. isu ini terjadi kerena adanya wacana akan dibelinya tanah FMIPA oleh pemerintah untuk dijadikan sarana bagi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Di laboratorium sendiri isu ini sangat tidak disetujui dengan alasan bila benar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) akan dipindahkan dari kampus B atau kampus timur ke kampus A belum tentu akan adanya perubahan menuju yang lebih baik. Seperti saat ini laboratorium kimia, fisika, dan biologi masih menjadi satu bangunan yang semestinya terpisah belum tentu ketika FMIPA dipindahkan ke kampus A ketiga laboratorium ini dipisahkan. Sebenarnya ketiga laboratorium ini harus dipisahkan demi keselamatan para mahasiswa dan para pengguna laboratoriun itu sendiri. Selain itu belum ada kepastian akan dibuatkannya pembuangan limbah zat kimia yang layak bila FMIPA dipindahkan ke kampus A.
Dari permasalahan dan isu yang telah dikemukanan oleh narasumber, narasumber memiliki pengharapan yang besar agar permasalahan da isu ini dapat diselesaikan dengan bijak demi pengembangan sarana dan prasana di Universitas Negeri Jakarta menjadi lebih baik.
Permasalahan dan Isu
Pesmasalahan dan isu, di suatu tempat pastinya akan selalu ada permasalahan permasalahan serta isu isu tertentu mengenai tempat tersebut, dan terkadang meski di satu tempat tapi permsalahan dan isu ada perbedaan tergantung dari siapa permasalahan dan isu tersebut berasal dan bagaimana permasalahan dan isu itu berkemban. Oleh karena itu saya mencoba mencari tahu bagaimana permasalahan dan isu di Universitas Negeri Jakarta, dengan cara mewawancarai elemen kampus yang dipilih dengan acak.
Menurut salah satu nerasumber yaitu ibu Misnawati selaku laboran di laboratorium Kimia FMIPA permasalahan yang dihadapi di Universitas Negeri Jakarta saat ini adalah kurangnya sarana dan prasarana yang tidak memadai, terutama di lingkungan laboratorium seperti tidak adanya beberapa ruangan ruangan penting yang semestinya ada dan layak di setiap laboratorium seperti ruang asam, ruang persiapan, ruang alat dan beberapa elemen lainnya. Beberapa ruangan memang sudah ada namun masih dapat dikatakan dibawah kelayakan karena masih belum sesuai dengan standar yang semestinya seperti ruang asam yang masih mengguakan alat yang cukup berisik dan menggangu praktikan, hal ini karena alat yang digunakan pada ruang asam ini masih dibawah standar, selain itu ruang bahan dan ruang persiapan tidak sesuai dengan ketentuan karena pada laboratorium kimia di FMIPA kedua ruangan tersebut tergabung menjadi satu dan semestinya kedua ruangan tersebut terpisah, karena apabila tegabung menjadi satu akan membahayakan praktikan yang sedang mempersiapkan bahan bahan untuk praktikum karena kemungkinan praktikan mengalami keracunan bahan atau zat kimia lebih besar karena praktikan menghirup udara yang mengandung lebih banyak zat kimia ketika kedua ruangan tersebut digabung menjadi satu . Menurut beliau hal ini dapat terjadi karena kurangnya sinergisitas antara birokrat fakultas dan birokrat universitas, kerena selama ini birokrat fakultas hanya menerima segala sesuatu yang diberikan oleh pihak birokrat universitas dalam hal pengembangan sarana dan prasarana di fakultas, seharusnya birokrat fakultas selaku pengurus yang mengetahui apa saja yang harusnya dikembangkan mengajukan hal hal apa saja yang dibutuhkan ke pihak birokrat unviversitas agar pengembangan sarana dan prasarana terjalin dengan baik dan hal seperti ini sebaiknya segera dilaksanakan.
Menurut narasumber isu yang saat ini hangat beredar di Universitas Negeri Jakarta saat ini adalah akan dipindahkannya fakultas FMIPA dari kampus B atau kampus timur ke kampus A. isu ini terjadi kerena adanya wacana akan dibelinya tanah FMIPA oleh pemerintah untuk dijadikan sarana bagi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Di laboratorium sendiri isu ini sangat tidak disetujui dengan alasan bila benar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) akan dipindahkan dari kampus B atau kampus timur ke kampus A belum tentu akan adanya perubahan menuju yang lebih baik. Seperti saat ini laboratorium kimia, fisika, dan biologi masih menjadi satu bangunan yang semestinya terpisah belum tentu ketika FMIPA dipindahkan ke kampus A ketiga laboratorium ini dipisahkan. Sebenarnya ketiga laboratorium ini harus dipisahkan demi keselamatan para mahasiswa dan para pengguna laboratoriun itu sendiri. Selain itu belum ada kepastian akan dibuatkannya pembuangan limbah zat kimia yang layak bila FMIPA dipindahkan ke kampus A.
Dari permasalahan dan isu yang telah dikemukanan oleh narasumber, narasumber memiliki pengharapan yang besar agar permasalahan da isu ini dapat diselesaikan dengan bijak demi pengembangan sarana dan prasana di Universitas Negeri Jakarta menjadi lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hai All!!
hai!
Welcome to my blog..
Ini adalah blog aku yang ke dua.
Berilah kesan dan pesan kalian terhadap blogku ini..
Trims..
Enjoy in my room
Welcome to my blog..
Ini adalah blog aku yang ke dua.
Berilah kesan dan pesan kalian terhadap blogku ini..
Trims..
Enjoy in my room
about me and myself
- nindya yn
- only a human need friend and need someone to tell about my hard problem. And i believe can found it.

